Sunday, 2 November 2014

Published 21:26 by with 0 comment

Festival Budaya & Ekonomi Antarabangsa Di Belitung Indonesia






Read More
      edit
Published 20:52 by with 0 comment

Kabut Asap Makin Tebal, Sekolah Boleh Libur


PALEMBANG- Makin pekatnya kabut asap yang terjadi di Metropolis, membuat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Palembang mengambil kebijakan.

"Hari ini kabut asap makin tebal. Kita sudah menghirup udara tidak sehat. Tolong kepala sekolah sampaikan kepada orang tua murid untuk membekali anaknya dengan masker," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Palembang Ahmad Zulinto saat menghadiri upacara di SDN 156 Palembang, Senin (3/11).

Dia memerintahkan kepada seluruh kepala sekolah di Metropolis untuk mengambil tindakan meliburkan sekolah jika kabut asap makin pekat.

"Jika besok kabut asap makin pekat, kepala sekolah dapat memulangkan siswa dan tidak menyuruhnya keluar rumah untuk menghindari penyakit karena asap," ujarnya.


Read More
      edit
Published 20:51 by with 0 comment

Alih Fungsi Rawa Dikomersialisasi


PALEMBANG – Rawa sebagai salah satu resapan air makin terancam keberadaannya. Laju pembangunan kota pempek sebagai ibu kota Provinsi Sumsel menyerang daerah-daerah rawa yang ada di Metropolis.
Ada tiga jenis rawa menurut peraturan daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2012 tentang Pembinaan, Pengendalian, dan Pemanfaatan Rawa. “Berdasarkan Perda yang ada, sudah jelas disebutkan bahwa rawa memang boleh dimanfaatkan asal sesuai dengan fungsinya,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga dan PSDA Palembang, Darma Budhi, belum lama ini.

Ada rawa konservasi yang merupakan lahan genangan air secara alamiah tergenang secara terus-menerus atau musiman akibat drainase alamiah yang terhambat. Rawa ini punya ciri-ciri khusus secara fisik, kimiawi, biologis, dan dataran yang tidak dapat dialihfungsikan.

Rawa konservasi untuk menjamin dan memelihara kelestarian keberadaan rawa sebagai sumber air dan tampungan air pengendali banjir. Yang kedua, rawa budidaya. Keberadaan rawa ini dipertahankan fungsinya sebagai rawa berdasarkan pertimbangan teknis, sosial ekonomi, dan lingkungan.

Tujuannya untuk menjamin dan memelihara kelestarian keberadaan rawa sebagai sumber air serta dapat dimanfaatkan untuk permukiman, lahan pertanian, atau perkebunan tanpa melakukan penimbunan.
Terakhir, rawa reklamasi. Rawa jenis ini dapat dimanfaatkan dengan cara mengeringkan, menimbun, dan mengalihfungsikan peruntukkannya dengan tetap memperhatikan fungsi rawa sebagai daerah tampungan air dan sistem pengendalian air.

“Dari ketiga jenis rawa itu, hanya rawa reklamasi yang dapat dilakukan penimbunan. Itu pun jika dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas,” tuturnya. Budhi menambahkan, sebenarnya tidak ada pengaruh langsung antara banjir dengan  penimbunan rawa yang terjadi selama ini.

“Banjir yang terjadi dominan disebabkan air sungai yang pasang, bukan karena dampak penimbunan rawa. Tapi harus diakui, saat ini semakin banyak rawa yang ditimbun dan dialihfungsikan secara komersil,” imbuhnya.

Menurutnya, kalaupun ada yang disalahkan karena tak sesuainya izin penimbunan rawa, adalah pemerintah setempat (lurah dan camat, red) yang lalai dan tidak mengetahui persis izin yang diajukan.
“Sebagai pemerintahan setempat, mereka (lurah dan camat, red) seharusnya lebih mengetahui wilayahnya. Jika lurah dan camat sudah memberikan izin, artinya sudah sesuai aturan. Kami (Dinas PU Bina Marga dan PSDA) sifatnya hanya melanjutkan rekomendasi saja,” cetus Budhi tanpa bermaksud menyalahkan.

Tapi, memang sudah seharusnya camat dan lurah mengetahui berapa luas daerah rawa dan jenis rawa apa saja yang ada di wilayah hukum masing-masing. Di dalam Perda No 11 Tahun 2012, hanya ada data untuk rawa konservasi yang luasnya 2.106,13 hektare dan rawa budidaya seluas 2.811,21 hektare.
Sedangkan rawa reklamasi, tidak ada datanya. “Rawa reklamasi dapat dialihfungsikan setelah mendapatkan izin dari wali kota,” cetusnya.


Read More
      edit
Published 20:51 by with 0 comment

Strada Triton Terus Kuasai Pasar


PALEMBANG – Mitsubishi Strada Triton masih merajai segmen double cabin dengan penggerak 4x4. Untuuk pasar di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), penyokong terbesar penjualan berasal dari perusahaan pertambangan dan perkebunan.

“Untuk kelas 4x4 masih didominasi oleh Triton sekitar 95 persen, kemudian sisanya pajero sport. Market share juga masih nomor satu baik secara nasional maupun Sumsel,” ujar Isnan Fahmi, Branch Manager PT Berlian Maju Motor, main diler Mitsubishi di sela- sela acara Safety Driving Klinik khusus pengguna kelas 4x4 Mitsubishi, akhir pekan lalu.


Dikatakan, penjualan Strada Triton dan Pajero Sport telah melampaui target sebanyak 180 unit hingga akhir tahun. Sementara untuk penjualan all type pihaknya berhasil membukukan 1.600 unit. Rinciannya sebesar 40 persen dari truk, 20 persen pajero, 10 persen Starda Triton dan sisanya jenis lain.   

   Sementara itu, dalam acara Safety Driving Klinik khusus pengguna kelas 4x4 Mitsubishi, dilaksanakan di areal eks areo modeling, Jl SMB II Palembang, PT Berlian Maju Motors bekerja sama dengan PT Kramayudha Tiga Berlian Motors membimbing drivers dari perusahaan untuk memahamani medan jalan untuk kendaraan kelas 4x4 double cabin.

“Setelah mendapatkan latihan maka pengendaranya dapat memaksimalkan kemampuan kendaraan di medan jalan yang sulit dilalui seperti di area perkebunan maupun pertambangan. Sebelumnya kita juga sudah berikan sesi latihan secara teori. Instruktur yang kami datangkan juga langsung dari ahlinya,” ungkap Dessu, marketing head area Sumatera PT Kramayudha Tiga Berlian Motors.


Source : http://www.sumeks.co.id/index.php/sumeks/beritautama/ekon/3284-strada-triton-terus-kuasai-pasar
Read More
      edit
Published 20:50 by with 0 comment

Kabut Asap Kembali Pekat



PALEMBANG - Kabut asap yang menyelimuti Metropolis makin pekat. Jika pada Minggu (2/11), kabut asap kembali menyerang Palembang tidak terlalu pekat, kali ini kabut asap yang menyelimuti Metropolis makin pekat, Senin (3/11).

Pekatnya asap yang menyelimuti jalan dan sudut Kota Palembang membuat pengemudi kendaraan harus menyalakan lampu untuk menghindari tabrakan. Jarak pandang hanya sekitar 30 meter.

Dodi, salah satu warga mengaku kabut asap yang kembali melanda Metropolis membuat mata perih. Kabut asap yang melanda kali ini lebih pekat dibanding sebelumnya. "Ya, kita harus mengenakan masker," katanya.


Read More
      edit
Published 20:48 by with 0 comment

BNPB: 99 Persen Kebakaran Hutan Disengaja


PALEMBANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat sendiri terus memantau perkembangan beberap provinsi penghasil asap. “Di Palembang, jarak pandang 400 meter tadi pagi (kemarin pagi) pukul 06.00 WIB dan 800 meter pada pukul 08.00 WIB,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kemarin.

Untuk kemarin, jumlah hotspot Sumsel terbanyak kedua setelah Kalimantan Tengah yang mencapai 1.225 titik. Sedang di Kalbar 203 titik, Kaltim 32 titik, dan Lampung 20 titik. Di Sumsel, data yang diterima BNPN mencapai 344 titik. Sebanyak 320 titik berada di wilayah OKI. “Itu artinya, 93 persen hotspot Sumsel ada di OKI. Sudah sejak dua bulan ini OKI sumber kebakaran lahan dan hutan di Sumsel,” bebernya.

Ditegaskan Sutopo, 99 persen penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah disengaja. Bahkan kawasan konservasi seperti suaka margasatwa Padang Sugihan pun terbakar. Ada 11 hotspot di sana. “Modusnya adalah alasan ekonomi, karena pembukaan lahan dengan jalan pembakaran lebih murah,” cetusnya.
Jika arah angin tidak berubah, asap dari kebakaran lahan dan hutan di Sumsel akan tiba di Singapura. Perkiraan itu diungkap Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) SMB II Palembang, Agus Santosa di Griya Agung, Sabtu (1/11).

    “Saat ini, rezeki (asap) itu sudah tiba di Jambi,” katanya di hadapan peserta rapat membahas persoalan asap yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin. Saat ini, arah angin cukup mendukung untuk asap kiriman Sumsel tiba di Negeri Singa.

“Jika arah angin tidak berubah, bisa jadi ribut,” cetusnya. Jarak pandang (visibility) terendah karena kabut asap di Sumsel selama Oktober lalu yakni 200 meter. Sementara belakangan ini, paling pendek hanya 1.000 meter. Kondisi buruknya jarak pandang ini rata-rata pada pagi hari


Read More
      edit
Published 20:47 by with 0 comment

Listrik Sumsel Disuplai Tetangga


PALEMBANG - Krisis listrik di Provinsi Sumatera Selatan benar-benar parah. Petinggi PT PLN Wilayah S2JB (Sumsel, Jambi, dan Bengkulu) yang selama ini berkoar kalau pemadaman listrik (blackout) lantaran kerusakan PLTGU AGP Borang kapasitas 150 MW dan gangguan transmisi 150 KV Bukit Asam-Lahat pengantar 1 dan 2, ternyata menutupi sejumlah permasalahan listrik lain.

  Faktanya, pembangkit lain yakni PLTG Borang 100 MW sudah tak beroperasi sejak 13 Oktober lalu. Penyebabnya karena terhentinya pasokan gas. “Memang ada masalah dengan pasokan gas di PLTG Borang. Kami sudah lakukan negosiasi dengan pihak terkait yang memasokkan gas untuk tambah pasokannya dan percepat negosiasi gas tersebut. Kendala akibat pasokan gas ini sudah ada sejak 13 Oktober lalu,” ungkap General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (S2JB) saat rapat dengan Gubernur Alex Noerdin di Griya Agung, kemarin.

Paranai menjelaskan, PLTG Borang tidak mendapatkan pasokan gas lantaran secara kontraktual gas habis. “Tapi, terhitung Minggu sore (kemarin) sudah mendapatkan pasokan gas dari PT Medco Energi. PLTG Borang bisa beroperasi kembali dan memasok listrik untuk masyarakat Sumsel. Kita jamin tak ada lagi pemadaman.”

Ia menjelaskan, beban puncak listrik di Palembang, sekitar 460 MW. Sedangkan beban puncak Sumsel sekitar 730 MW. “Gas dari PT Medco Energi tersebut akan mengalir secara bertahap. Hari ini (kemarin) 8-10 mmbtu sehingga bisa mengoperasikan mesin PLTG sebesar 50 MW. Besok (hari ini, red) direncanakan 18 mmbtu dan bisa mengoperasikan 100 MW PLTG Borang.”

Paranai mengungkap masalah listrik Sumsel ini teratasi berkat peran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang turun tangan mengatasi debottlenecking birokrasi. Sekaligus menginstruksikan agar kebutuhan gas untuk PLTGU Borang tersebut dipenuhi.

“Kami juga berterimakasih dengan PT Medco Energi atas kesediaannya mengalirkan gas, meskipun masalah administrasi kontrak belum bisa dilakukan hari ini (kemarin) dan akan menyusul dilakukan esok hari (hari ini),” jelasnya.

Lanjut Paranai, pihaknya membutuhkan waktu dalam memperbaiki semua kekacauan yang terjadi pada pembangkit dan jaringan listrik. Apalagi, gangguan transmisi Bukit Asam-Lahat pengantar 1 dan 2, mengakibatkan sistem Sumbagsel dan Sumbagteng terpisah sehingga penghantar Bukit Asam-Baturaja trip dan terjadi blackout di seluruh penyulang di Area Palembang. “Butuh waktu lama untuk pemeliharaan transmisi Bukit Asam-Lahat itu.” 

Dikatakan, terjadi juga gangguan karena ketidaksiapan PLTG LM2000. Di samping,  PLN juga kesulitan dalam mengalirkan pasokan listrik. “Terjadi overload akibat ketidakbersihan ROW (right of way). Itu karena adanya tanam tumbuh (pohon) yang menghalangi. Kami sudah lakukan pemeliharaan baik di jaringan berkapasitas muatan kecil maupun besar. Namun, memang tanam tumbuh terus terjadi dan butuh perhatian besar dari semua pihak agar jaringan listrik tetap aman,” ungkapnya.

Jika semua kendala yang ada tidak segera diperbaiki, tambah dia, butuh waktu 1-2 bulan untuk perbaikan. Karenanya, sudah ada beberapa solusi yang disiapkan. Antara lain,  mencari  cadangan pembangkit listrik tambahan dalam waktu dekat.

Ke depan, Sumsel akan mendapat tambahan suplai listrik dari beberapa pembangkit. Dari Sumsel sendiri seperti pembangkit di Gunung Megang dengan tegangan sebesar 40 MW dan Inderalaya 5 MW segera masuk sistem.

Selain itu, ada tambahan daya listrik dari luar Sumsel yakni PLTA Singkarak dan Maninjau di Sumatera Barat sebesar 120 MW. “Terpaksa disuplay provinsi tetangga.” Tambah Paranai, pihaknya minta suplai listrik dari luar Sumsel karena di daerah tersebut sudah hujan dan PLTA-nya berfungsi dengan baik. “Sumsel ini bukan hanya gunakan listrik untuk Sumsel sendiri namun juga untuk Lampung. Jika tidak Lampung akan parah tidak mendapat listrik,” jelasnya.

Solusi ke depan? Kata Paranai, pihaknya akan melakukan strategi jangka panjang dengan membuat proyek baru. Yakni, sewa Keramasan 50 MW. Ini sama halnya dengan di Banjar Sari dan Keban Agung. “Langkah ini akan memperkuat PLN dalam mendapatkan sumber listrik, apalagi jika pembangkit di Sekayu dan Tebing Tinggi diaktifkan. Sumsel sangat membutuhkan pembangkit yang menghasilkan cadangan listrik dari enam pembangkit saat ini. Nantinya di Keban Agung akan dimaksimalkan untuk menyuplai 400 MW,” bebernya.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengeluhkan banyaknya gangguan jaringan listrik selama beberapa hari belakangan. “Banyak permasalahan Sumsel. Mulai dari asap, air hingga listrik yang sering padam. 

Dampaknya, cukup serius. Hampir semua pelayanan menjadi terganggu, seperti rumah sakit, pemerintahan hingga masyarakat yang mengeluh.” Alex menyebut, kondisi yang terjadi sekarang sudah termasuk dalam kategori di atas luar biasa meski telah dilakukan sejumlah upaya. “Sementar teratasi karena mendapatkan suplai gas dari Medco. Selain itu, dapat tambahan suplai listrik 120 Megawatt (MW) dari PLTA Singkarak dan Maninjau. Kebetulan karena hujan sudah mulai terjadi di sepanjang Sumatera Tengah, kedua danau itu meningkat debit airnya, dan membuat over suplai. Tambahan lain juga disokong dari Gunung Megang 40 Megawatt dan lima dari Indralaya,” tegas Alex.

Dengan tambahan tersebut, Alex menjamin jika mulai tadi malam, tidak akan ada lagi pemadaman listrik. “Saya juga instruksikan seluruh bupati dan wali kota untuk membentuk tim patroli bersama PLN setempat untuk mengawasi jalur transmisi, mengingat jalur ini sangat rawan. “Bisa saja ada pohon atau halangan yang mengganggu. Intinya, Pemprov Sumsel siap membantu untuk penyelesaian masalah ini, terlebih dalam dua bulan ke depan kita bakal menggelar dua event yang cukup penting,” pintanya.

Berdasarkan laporan yang ia terima, tambah Alex, terjadi sejumlah kerusakan di PLTGU yang bisa menyuplai listrik sebesar 150 MW di Borang. Kondisi ini baru bisa beroperasi normal dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan. “Jangan lagi dimarahi PLN itu. Saya sudah ambil alih. Yang jelas saat ini, bagaimana caranya supaya tidak terjadi lagi, dengan menyiapkan cadangan dari Sumsel,” ungkapnya.
Alex menanggapi pernyataan GM PLN atas keyakinan tidak terjadi pemadaman lagi dengan bercanda. Ia akan menggantung GM PLN jika janjinya tak terbukti. “Untuk GM-nya butuh tali yang spesial karena badannya besar, kalau masih padam listrik saya gantung PLN,” tandasnya. 

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said sudah meminta  pihak-pihak terkait untuk mengatasi krisis listrik di Sumsel.  “Saya telah menghubungi dirut PT PLN (Persero), Dirjen Migas Kementerian ESDM, dan Plt Kepala SKK Migas. Saya perintahkan  pasokan gas panas bumi segera dialirkan ke Borang.”

  Menurut Sudirman, itu adalah bagian dari solusi cepat untuk mengatasi masalah atau debottlenecking. Jika diperlakukan biasa atau business as usual, maka kerugian masyarakat Sumsel akan semakin besar.
Kepada Pertamina EP, mantan Direktur Utama PT Pindad (Persero) itu, meminta agar tetap mengalirkan gas buminya ke Borang. Segala sesuatu terkait formalitas (paper work) bisa dikerjakan hari ini di bawah koordinasi SKK Migas.    

Plt Kepala SKK Migas Johannes Widjonarko menambahkan, tadi malam gas untuk Borang sudah dialirkan. “Kebutuhan untuk pembangkit ini sendiri adalah sekitar 25 mmbtu.  Sekarang sudah start up,” katanya.


Read More
      edit