Thursday, 6 November 2014

Published 20:26 by with 0 comment

Motivasi Camat, Tingkatkan Pelayanan


PALEMBANG - Lomba keberhasilan camat se-Kota Palembang kembali digelar, Rabu (5/11). Acara yang dipusatkan di gedung serba guna, Kecamatan Sukarami ini, bertujuan untuk memotivasi para camat se-Kota Palembang dalam berdisiplin  dan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Ketua tim penilai lomba keberhasilan,  Prof Dr Edward Juliartha, yang juga Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan,Hukum, dan HAM mengatakan,  tujuan kegiatan ini adalah memberikan motivasi kepada camat dan lurah dalam melayani masyarakat. Pasalnya, masih ada keluhan masyarakat terhadap kinerja camat dan lurah.

“Pemerintah Kota Palembang terus berupaya menghilangkan stigma itu dengan memotivasi camat dan lurah untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dengan lomba keberhasilan camat tahun 2014 ini,” ungkapnya.

Menurut Edward, kategori keberhasilan camat itu dinilai dari kinerjanya terhadap pelayanan publik yang prima dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta bisa mewujudkan visi dan misi wali kota Palembang dalam mewujudkan Palembang Emas 2018.

Camat Sukarami, GA Putra Jaya mengatakan, lomba ini sangat baik karena dapat memacu para camat dan lurah untuk terus bekerja keras dalam melayani masyarakat. Pada tahun 2013, Kecamatan Sukarami berhasil menjadi juara pertama dalam lomba keberhasilan camat. “Kami akan mempertahankannya dengan terus bekerja semaksimal mungkin dalam melayani masyarakat,” harapnya.

Secara umum, lomba keberhasilan camat se-Kota Palembang ini dinilai dari prestasi yang diraih selama bertugas di kecamatan yang pimpin masing- masing camat.


Read More
      edit
Published 20:26 by with 0 comment

Rio Terancam Hukuman Mati


PALEMBANG - Diduga melakukan pembunuhan terhadap Efendi alias Koko, terdakwa M Tri Sukarno alias Rio alias Radit (25), warga Jl Bank Raya, RT 52, No 38, Lorok Pakjo, Ilir Barat (IB) I, Palembang, terancam hukuman mati.

Pasalnya, jaksa penuntut umum (JPU), Abdul Aziz SH, menuntutnya dengan pasal berlapis, yakni pasal 340 dalam dakwaan primer dan pasal 338 KUHP pada dakwaan subsider.

Dalam dakwaannya, JPU Abdul Aziz mengatakan, terdakwa Rio melakukan perbuatannya pada Senin, 18 Agustus 2014, sekitar pukul 21.00 WIB, di Jl Sultan Mahmud Badaruddin II (Bandara SMB II, red). Dimana, telah menghilangkan nyawa Efendi secara terencana.

“Berawal dari kegiatan terdakwa yang merupakan sopir dari korban, pada Senin, 18 Agustus 2014, di kantor yang sekaligus merupakan rumah tinggal di kompleks Green Garden Bukit Sangkal, Kalidoni, pada pukul 07.00 WIB, korban menyuruh terdakwa membeli mi di daerah Dempo, bersamaan dengan menggunakan mobil Honda City, yang dikendarai terdakwa,” ujarnya.

Setelah terdakwa membeli mi dan kembali ke mobil, korban bertanya bahwa handphone-nya hilang, lalu terdakwa jawab tidak tahu. “Dia (korban, red) marah dan langsung menampar saya sebanyak dua kali.  Saya akhirnya mengantarkan dia pulang kembali ke rumahnya namun saya menyimpan dendam terhadap dia,” ungkap terdakwa.

Sekitar pukul 17.00 WIB, terdakwa bersama korban pergi membeli koran dan menjemput anak korban, yakni Viona Monica-Vioni Modica di Perumahan Bank Raya. Saat mengantar pulang ke rumah korban, terdakwa berniat membunuh korban karena masih merasa sakit hati.

Korban meronta namun terdakwa mengambil obeng yang berada di dashbor dan menusukkannya ke dada korban namun tidak tembus. Lalu, ditusukkan ke bagian muka empat kali hongga tembus dan mengeluarkan darah. “Karena takut ketahuan, saya menyetir kembali mobil tersebut masuk ke dalam bandara. Saat itu, korban sudah meninggal dunia,” terangnya.

Terdakwa mengambil dompet korban dan isinya berupa ATM serta kartu kredit.  Sementara dompetnya, dibuang di area bandara. “Korban baru ditemukan pada 20 Agustus 2014 sekitar pukul 14.00 WIB di parkiran D. Korban yang sudah meninggal dunia baru terlihat setelah dibuka pintu mobilnya,” ulasnya.

Setelah mendengar dakwaan dari JPU, majelis hakim yang diketuai oleh Martahan Pasaribu, menunda persidangan hingga pekan depan untuk menghadirkan para saksi. “Sidang ditunda dan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi,” tegasnya.

Penasihat hukum terdakwa dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Palembang, Romaita mengatakan, pihaknya belum bisa berbicara banyak terkait perbuatan yang dilakukan terdakwa. “Kita lihat dulu keterangan para saksi yang dihadirkan nanti. Sidangnya kan masih panjang, ini baru tahap dakwaan. Jadi, saya belum bisa berbicara banyak,” pungkasnya


Read More
      edit

Wednesday, 5 November 2014

Published 20:01 by with 0 comment

Makin Kenal, Semakin Cinta


PALEMBANG – Meningkatkan tali silaturahmi, yang sudah terjalin selama ini, manajemen Harian Pagi Sumatera Ekspres (Sumeks) bertemu Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, H Harnojoyo, Selasa (4/11). Pertemuan berlangsung penuh keakraban.

Yang hadir, General Manager (GM) Sumeks, H Subki Sarnawi, Pemred Sumeks, H Mahmud, Manajer Iklan, Yunita Ayu, Manajer Pemasaran, Rosidi, Wapemred Sumeks, Hj Nurseri dan Karsono, serta EO Sumeks, Zaitun.

“Sudah lama kami ingin bersilaturahmi seperti ini, bertatap muka langsung secara resmi. Ibarat pepatah, tak kenal maka tak sayang. Jika tak sayang, maka tak cinta. Mudah-mudahan, melalui silaturahmi ini, ikatan emosional yang baik antara Sumeks dan Pemkot selama ini tetap terjaga,” kata Subki.

Kunjungan tersebut disambut hangat Wawako Harnojoyo. Secara pribadi, dia bahkan akan segera menjadwalkan berkunjung ke Sumeks. “Saya sudah lama memang ingin berkunjung ke Sumeks, tapi hingga saat ini belum ada kesempatan,” imbuhnya.

Diungkapkannya, peran media, termasuk Sumeks, dalam pembangunan di Palembang sangat besar. “Sebagai penyampai informasi, media ikut mencerahkan masyarakat. Sebagai sarana pendidikan, media ikut mencerdaskan,” tuturnya.

Karenanya, netralitas media sangat diperlukan. Dan Sumeks sebagai media dengan jangkauan yang begitu luas dinilainya telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan. “Semua tahu Sumeks. Pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak akan diketahui tanpa dipublikasikan oleh media,” ungkap Harnojoyo.

Dia juga menyinggung kondisi Transmusi yang masih cukup hangat dibicarakan belakangan ini. “Untuk Transmusi sendiri, kami sadar sangat diperlukan oleh masyarakat sebagai transportasi umum. Kami sedang membenahi itu,” katanya.

Dari 150 bus, yang baik hanya 40 unit. Sisanya rusak ringan, sedang, dan berat. Harnojoyo menegaskan, saat ini, sedang dilakukan perbaikan agar dapat segera dioperasionalkan kembali semuanya sebelum akhir tahun ini. “Saya sudah minta agar manajemen Transmusi bekerja sama dengan diler sesuai jenis kendaraan,” cetusnya




Read More
      edit
Published 19:59 by with 0 comment

Hanya Bertukar Jabatan


PALEMBANG – Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/817/X/2014 tanggal 31 Oktober 2014, ada 42 perwira tinggi (Pati) TNI yang dimutasi. Rincinya, 17 Pati di jajaran TNI AD, 8 Pati TNI AL, dan 17 Pati TNI AU.

Dua di antaranya adalah Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo, dan Mayjen TNI Iskandar M Sahil. Kedua Pati ini hanya bertukar jabatan. Bambang, yang memimpin Kodam II/Sriwijaya sejak 30 Juli 2013, menggantikan pangdam sebelumnya, Mayjen TNI Nugroho Widyotomo. Bambang  dimutasi menjadi Staf Khusus Panglima TNI. Sedangkan Mayjen TNI Iskandar M Sahil dari Staf Khusus Panglima menjadi Pangdam II/Sriwijaya.

Belum diketahui kapan serah terima jabatan (sertijab) keduanya akan dilakukan. “Sertijab belum tahu kapan. Yang pasti, saya akan dimutasi menjadi Staf Khusus Panglima. Pengganti saya juga wong kito galo, dari Sekayu,” ujar lulusan AKABRI 1981 itu, belum lama ini.

Meski terjadi pergantian, dia tetap mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI AD di wilayah Sumbagsel khususnya, untuk tetap dekat dan terbuka dengan pimpinan. Ditegaskannya, pimpinan bukan untuk ditakuti, tapi disegani. Prajurit TNI juga harus mengedepankan etos kerja dan semangat pengabdian yang tinggi. Termasuk menepati janji dan sumpah sebagai abdi negara.

“Tingkatkan disiplin diri dan disiplin dalam satuan agar tercipta sosok prajurit yang tangguh dan berkarakter baik,” pesan sosok jenderal bintang dua, kelahiran Salatiga, 19 November 1956 itu.

Siapa Mayjen TNI Iskandar M Sahil SE? Ternyata, pria yang dipercaya Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, untuk menjadi Pangdam II/Sriwijaya ini lahir di Palembang. Pada 2004, pernah menjadi Aster Kasdam II/Sriwijaya. Jenderal bintang dua itu pernah terlibat dalam Operasi Timor Timur dan Aceh.



Read More
      edit
Published 19:58 by with 0 comment

Bantu Alat Produksi Pakaian Jadi


PALEMBANG – Upaya menjadikan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas II A Palembang sebagai sentra industri garmen, dimulai. Kemarin, tim dari Kementerian Perindustrian RI berkunjung ke sana.  Mereka memberikan bantuan pelatihan kepada 15 warga binaan yang masuk seleksi.

“Tak hanya itu, ada juga bantuan 9 mesin jahit, 5 mesin bordir, 1 unit mesin obras, dan 1 unit mesin kancing yang nantinya digunakan untuk memproduksi pakaian dalam jumlah besar,” jelas Kepala Lapas Wanita Klas II A Palembang, Dr Rachmayanthy BSc, kemarin.

Selain dalam rangka Memorandum of Understanding (MoU), kedatangan Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Wilayah I, Reisend Emil Panjaitan, Direktorat Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian RI, Emir Panjaitan, dan Direktur Bina Narapidana dan Perawatan Tahanan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan KemenkumHAM, Drs Imam Suyudi, sekaligus membuka pelatihan itu.

Pelatihan seperti ini baru pertama kali dikembangkan di Indonesia. Harapannya, warga binaan dapat belajar menjadi entrepreneur dan mandiri setelah selesai menjalani masa pidananya. “Setelah pelatihan, akan ada pendampingan selama tiga bulan agar dari sentra garmen Lapas Wanita ini dapat dihasilkan pakaian siap pakai,” jelasnya.

Nantinya, 15 warga binaan itu diharap dapat menelurkan ilmu dan pengetahuannya kepada warga binaan lain. Agar tidak meninggalkan ciri khas Palembang, pakaian yang diproduksi nantinya akan didesain menggunakan songket. Tentu saja dengan melibatkan desainer- desainer top Metropolis. “Dengan begitu, pakaian yang diproduksi akan tetap memberikan sesuatu yang berbeda. Ada ciri khas Palembang dalam setiap detailnya,” beber Rachmayanthy.


Read More
      edit
Published 19:54 by with 0 comment

Bawa Tiga Koper Perlengkapan


PALEMBANG - Besok (6/11), Puteri Pariwisata Sumsel 2014, Winda Dinniyah Handarini, bertolak ke Jakarta. Ia akan mengikuti masa karantina dalam ajang pemilihan Puteri Pariwisata Indonesia (PPI) 2014 mulai 8-20 November mendatang.

Disambangi di kediamannya, Rabu (5/11), ia sedang beres-beres dibantu ibunya, Sundusiyah dan ayahnya, Anharuddin. “Ada tiga koper berisi baju dan perlengkapan lain yang akan Winda bawa untuk karantina ini,” ujar dara berusia 21 tahun itu ramah. Sesekali, matanya menatap secarik kertas yang rupanya berisi daftar barang yang akan dibawa.

Kata Winda, sudah dua bulan ini ia melakukan persiapan. Salah satunya mencari sponsor untuk kostum dan wedges yang akan dikenakannya saat tampil nanti. “Setiap pagi saya harus membaca list dan mengecek semuanya agar tidak ada yang ketinggalan,” beber bungsu dari dua bersaudara itu.

Dia juga mempersiapkan mental dan fisiknya. Dalam unjuk bakat nanti, Winda akan menarikan tari lilin siwa. “Khusus perlengkapan menari lilin siwa, semuanya dalam satu box  kecil ini,” katanya sembari menunjuk box tersebut.

Winda juga menerima busana dari sponsor, seperti Siung-Siung Bridal, House of NJ, Ky Couonter, Ivan Colection, dan EGe Colection. Khusus baju karnaval yang akan dikenakannya, didominasi warna merah, dipadukan dengan songket.

“Sedangkan busana pemotretan, dari karya Siung-Siung. Busana welcome dinner, tes wawancara, busana tari, busana nasional, dan malam grand final dari Istana Daun Management,” tutur cewek yang hobi joging itu.

Latihan terakhir menari telah dirampungkannya Selasa sore lalu. Meski ini pengalaman pertamanya mewakili Sumsel ke tingkat nasional, Winda berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan wong Sumsel. Dia juga banyak belajar dari beberapa seniornya.

“Kebetulan saya sudah mengenal beberapa finalis dari provinsi lain melalui jejaring sosial Puteri Pariwisata. Bukan karena mencari pesaing berat, tapi semata-mata ingin mengetahui background mereka,” bebernya.

Ia merasa beruntung karena kedua orang tuanya begitu telaten membantunya bersiap-siap. Semua keluarga besar akan berangkat ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk menyaksikan secara langsung malam grand final pemilihan PPI 2014.

Di sela packing busana dan perlengkapan selama masa karantina, Anharuddin dan istrinya, Sundusiyah, berpesan kepada Winda agar tetap optimis dan percaya diri. Mereka berdua  juga berharap Winda dapat menjaga diri dan pergaulan dengan sesama finalis. “Harus rajin ibadah. Winda ini kalau makan susah sekali. Jadi harus sering diingatkan agar tidak sakit,” ungkap Anharuddin diamini istrinya.


Read More
      edit
Published 19:53 by with 0 comment

Sumur Kering, Warga Gunakan Air Rawa


PALEMBANG-Musim kemarau panjang yang  melanda sejumlah daerah di Sumatera Selatan, membuat sebagian sumur warga menjadi kering dan memaksa
warga menggunakan air rawa untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari.

Seperti yang dilakukan warga di Jl TMMD kelurahan, Kecamatan Talang Kelapa ini. Menurut Husin (28) warga sekitar selama musim kemarau ini sumur warga semuanya kering.

"Meskipun air rawa tapi masih bisa digunakan untuk mandi dan mencuci, sedang untuk masak dan minum kami membeli air galon,"katanya.

Dikatakan Husin, selama musim kemarau kami disini memanfaatkan air rawa karena airnya masih jernih. "Selain mandi dan mencuci disini, kami juga mengambil air untuk mengisi bak mandi dirumah," bebernya.


Read More
      edit